Roah
Roah merupakan salah satu tradisi masyarakat sasak. Roah berupa zikir dan doa bersama yang dilakukan sebagai bentuk syukur pada Tuhan. Roah umumnya dilakukan saat ada acara-acara tertentu. Misalnya roah merariq, roah menyambut datangnya bulan puasa, roah maulid, roah idul adha, dan lainnya. Namun tidak jarang roah juga dilakukan ketika tidak ada acara tertentu yang mengiringinya. Roah kadang juga hanya diniatkan untuk berzikir dan berdoa meminta berkah. Roah juga identik dengan syukuran atau selamatan. Bagi masyarakat sasak, roah merupakan salah satu kegiatan yang sering dilakukan. 


Sebelum pelaksanaan roah, epen gawe roah atau pemilik hajat roah akan memasak hidangan yang digunakan untuk roah. Hidangan roah biasanya terdiri dari daging, ikan, sate, bebek, ayam dan bebalung. Proses memasak hidangan roah memerlukan waktu yang lama karena banyaknya hidangan yang akan disajikan. Penyajian hidangan roah menggunakan nare. Nasi dan lauk pauk akan dihidangkan pada nare yang berbeda. Satu nare lauk pauk biasanya digunakan untuk 2-4 orang. Pada roah selain roah begawe atau merariq tidak dihidangkan ares. 


Selanjutnya epen gawe atau pemilik hajat yang laki-laki atau yang ditunjuk untuk mewakilinya, akan berkeliling dari rumah ke rumah untuk mengundang atau menyilak. Undangan biasanya ditujukan untuk bapak-bapak. Tidak lupa juga undangan kepada tokoh agama atau Tuan Guru yang akan memimpin acara zikir dan doa. Tuan Guru merupakan tokoh penting dalam masyarakat sasak yang akan selalu terlibat dalam setiap acara atau kegiatan masyarakat.


Roah akan dimulai dengan zikir dan doa bersama. Setelah selesai zikir dan doa bersama kemudian akan dihidangkan dulang yang berupa nasi dan lauk pauknya. Dulang ditempatkan dalam nare atau nampan atau ditutup dengan tembolak atau tudung saji. Tamu undangan roah akan menyantap hidangan roah secara begibung. Begibung merupakan makan bersama dalam satu nare atau nampan. Setelah selesai menyantap hidangan roah baru kemudian dihidangkan kopi dan rokok. Kopi dan rokok akan dinikmati sebagai penutup roah sambil berbincang ringan.