CIRI DAN GEJALA DEPRESI PADA REMAJA
Betapa banyak kita memohon kepada Allah saat bahaya menimpa. Tatkala bencana hilang, kita melupakan-Nya. Di lautan kita berdoa kepada-Nya agar kapal kita selamat. Namun, ketika sudah kembali ke darat, kita durhaka kepada-Nya. Kita menaiki angkasa dengan aman dan santai, tidak jatuh karena yang menjaga adalah Allah. Semua ini adalah kebaikan dan bantuan yang Maha Pencipta” (Dr. Aidh Al-Qarni)

Sobat yang budiman, depresi memang umumnya terjadi pada orang dewasa yang mengalami tekanan ataupun beban pikiran yang berlebih. Namun, siapa sangka, jika depresi pada sobat pun bisa saja terjadi?

Dalam perkembangan zaman sekarang, nih. Ada di antara sobat memang cenderung memiliki suasana hati yang gampang berubah-ubah atau disebut dengan istilah bad mood. 

Dalam satu waktu sobat bisa saja tampak sedih dan galau. Lalu, tidak lama kemudian sobat pun akan baik-baik saja.

Jika sobat tampak terus-menerus sedih atau putus asa, sehingga memengaruhi aktivitas sobat sendiri, ya. 

Maka kemungkinan besar sobat sedang mengalami depresi masa kecil. Depresi masa kecil  itu adalah sebuah kondisi kesehatan mental serius, pada sobat yang harus segera diatasi dengan menggunakan perawatan medis.

Apa Perbedaan Stres Dan Depresi Pada Anak?

Sobat yang budiman, mungkin sobat sudah merasakan stres dan depresi merupakan kondisi umum yang sering terjadi dan bisa terjadi pada usia yang sekarang ini, kan. Namun, banyak orang yang menganggap jika stress dan depresi adalah hal yang sama. Padahal, kedua hal ini berbeda.

Perlu sobat ketahui nih, stres biasanya disebabkan karena banyaknya tekanan dari luar dan dalam diri seseorang. 

Stres bisa muncul dalam situasi tertentu, misalnya saat sobat kurang tidur, akibat pola asuh orang tua, tekanan dari pergaulan dan lain sebagainya. 

Sama halnya dengan orang dewasa, stres pada anak bisa saja membuat sobat semakin bersemangat untuk menghadapi tantangan.Namun, dilain sisi, stres justru bisa mematahkan semangat mereka. 

Jika sobat sempat mengalami stres yang sudah terlewat dari batas normal. Sobat sendiri nih akan rentan mengalami depresi.

Nah, sekarang sobat bakalan tahu apa namanya depresi itu, kan? Mau tahu atau mau tahu banget, nih. 

Depresi adalah sebuah penyakit mental ditandai dengan kelainan mood yang mempengaruhi perasaan, cara berpikir, dan berperilaku. Sehingga membuat sobat memiliki berbagai masalah emosional dan fisik. 

Orang yang depresi akan menghabiskan energinya, karena merasakan sedih berkepanjangan dan merasa enggak bakalan mampu melihat kesenangan. 

Seperti yang sebelumnya. Itu sebabnya, energi sobat akan habis untuk melawan diri sendiri. Dalam beberapa kasus  ini pernah terjadi, depresi muncul tanpa didahului dengan stres.

Apa Saja Gejala Depresi Pada Remaja?

Sobat yang budiman. Nih, ada gejala depresi yang sering terjadi pada zaman now, ya! Bisa bermacam-macam, nih. Sehingga setiap orang enggak selalu memiliki gejala yang sama. 

Hal tersebut tergantung pada sobat dan gangguan mood. Sering kali, depresi sobat, nih. Enggak terdiagnosis dan enggak diobati, karena enggak menyadari dari gejala yang ditimbulkan. 

Berikut ini beberapa gejala depresi  yang umum terjadi, seperti:
• Sobat, sangat mudah tersinggung bahkan cenderung untuk mengamuk.
• Sobat, sering merasa sedih dan hampa. Karena menganggap bahwa hidup ini enggak berarti lagi, deh.
• Sobat, sering nafsu makan meningkat. Karena mencoba menenangkan diri atau kurang nafsu makan. Merasa semua makanan terasa hambar dan enggak enak.
• Sobat, sering nih mengalami gangguan tidur. Seperti kurang tidur atau tidur terlalu banyak yang terjadi setiap hari.
• Sobat, sangat kesulitan berkonsentrasi sehingga menyebabkan penurunan prestasi yang drastis di sekolah.
• Kehilangan minat dan ketertarikan pada kegiatan yang biasanya disukai oleh sobat.
• Adanya keluhan fisik seperti sakit perut atau sakit kepala.
• Sobat, sangat kesulitan berinteraksi dengan orang lain. Sehingga menarik diri dari lingkungan sosial.
• Sobat, tertarik dengan kematian yang enggak biasa seperti ingin melakukan bunuh diri.
• Membuang barang-barang favorit dan seringkali mengatakan,  jika orang lain lebih baik tanpanya.
• Mengalami kegelisahan yang teramat disertai sering melakukan perilaku berulang-ulang dan senang mondar-mandir secara berlebihan.
• Kelihatan lemas dan kurang bersemangat, karena banyak kehilangan energi dari menangis.
• Sering kali sobat membuat komentar yang kritis dan sinis terhadap diri sobat sendiri. Karena mengalami rasa pesimis, putus asa, dan berasa hidup ini enggak berguna lagi.
• Penting banget untuk diketahui, gejala depresi pada sobat sebenarnya, sih berbeda-berbeda. Beberapa sobat mungkin pernah mengalami depresi, masih bisa membaur dengan lingkungan sosial, nih. Namun, kebanyakan sobat yang mengalami depresi akan mengalami perubahan aktivitas sosial yang sangat mencolok.  

Bagaimana Cara Mengatasi Depresi Pada Remaja?

Sobat yang budiman, jika sobat memiliki gejala depresi yang telah berlangsung setidaknya dua minggu. Sobat, sebaiknya nih menjadwalkan mengunjungi ke dokter segera. Hal ini dilakukan guna memastikan kesehatan mental sobat.

Enggak ada tes khusus medis atau psikologis yang dapat menunjukkan depresi pada sobat dengan jelas. Tetapi alat seperti kuesioner (baik untuk sobat dan orang tua). 

Dan wawancara oleh seorang dokter spesialis kejiwaan, yang dilakukan dengan teliti dan hati-hati dapat membantu membuat diagnosis yang akurat.

Pada dasarnya, jika sobat benar mengalami depresi maka pengobatannya akan serupa dengan depresi pada orang dewasa. Sobat akan dilakukan psikoterapi (konseling) dan pengobatan. 

Studi terbaik sampai saat ini menunjukkan, bahwa kombinasi antara psikoterapi dan pengobatan adalah metode yang paling efektif untuk mengobati depresi.