BAHAYA ROKOK DAN NARKOBA PADA REMAJA ZAMAN SEKAR
“Karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al-Qur’an itu. Sesungguhnya (Al-Qur’an) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman. (QS. Huud 11: 17).

Para sobat remaja yang budiman, saat ini penggunaan rokok dan narkoba di kalangan remaja sudah hampir enggak bisa dicegah lagi. 

Mengingat setiap orang bisa dengan mudahnya mendapatkan rokok dan narkoba dari lingkungan sekitar. Tentu saja hal ini bisa membuat orang tua khawatir akan fenomena ini yang begitu meraja lela di kalangan remaja zaman sekarang.

Setiap tahunnya, jumlah pecandu rokok dan narkoba di Indonesia terus bertambah, terutama dari kalangan anak muda. 

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan menunjukkan jika peningkatan angka prevelensi perokok dari 27 persen pada tahun 1995, meningkat menjadi 36,3 persen pada tahun 2013.

Artinya, jika 20 tahun yang lalu dari setiap 3 orang Indonesia 1 orang di antaranya adalah perokok, maka dewasa ini dari setiap 3 orang Indonesia, 2 orang di antaranya adalah perokok.

Sedangkan berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN), jumlah pengguna narkoba di Indonesia hingga 2015 mencapai 5,9 juta orang. 

Hasil survei yang dilakukan BNN juga diketahui jika angka prevelensi penyalahgunaan narkoba di rumah tangga khusus di lingkungan kos atau kontrakan, di Indonesia lebih tinggi dibandingkan di rumah tangga umum. 

Sehingga hal ini mengindikasikan bahwa penyalahgunaan dan peredaran narkoba memiliki kantong-kantong tersendiri di masyarakat.

Sebenarnya, tingkat pengetahuan para sobat remaja tentang bahaya narkoba sudah cukup baik, hanya saja pemahaman tentang, bagaimana upaya pencegahan narkoba masih tergolong rendah? 

Dengan demikian, perlu adanya upaya komunikasi, edukasi, dan informasi yang lebih maksimal dalam aspek penguatan topik. 

Atau isu tentang cara melakukan pencegahan efektif dari ancaman bahaya narkoba. Hal ini tentunya enggak bisa dilakukan hanya oleh salah satu instansi terkait saja, melainkan harus bekerja sama dengan semua pihak, terutama orang tua.

Bagaimana cara para sobat remaja menjauhkan dari rokok dan narkoba?

Para sobat yang budiman, remaja memiliki peranan paling penting untuk memberikan pendidikan sejak dini, terkait bahaya narkoba dan rokok. 

Berikut ini ada ada beberapa langkah yang bisa dilakukan para sobat remaja untuk menjauhkan dari rokok dan narkoba.

1. Jalin komunikasi dengan teman-teman yang positif yang enggak merokok dan menggunakan narkoba.

Hal terbaik yang bisa dilakukan para sobat remaja untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, alkohol, dan rokok adalah dengan cara berteman dengan teman-teman yang lain yang positif gitu. 

Jika enggak maka para sobat remaja bakalan terpengaruh ke hal yang berbaur rokok dan ikut terjerumus ke narkoba, bahaya dan itu dapat merugikan diri sendiri lho. 

Para sobat remaja tahu, kan! Bagaimana zat ini berbahaya bagi diri sendiri? Dan akibatnya berujung pada kematian. Apakah para sobat remaja mau seperti itu terjadi? Tentu enggak mau, kan?

 Apakah para sobat remaja masih mau pengin sukses membahagiakan orang tua dan diri sendiri? Pasti mau banget, kan? 

Oleh karena itu, sebelum itu terjadi dan dapat merugikan diri kita sendiri segera deh, menjauhi yang namanya rokok dan narkoba. 

Karena akan sangat merugikan diri dan menjadi madesu (masa depan suram) bahkan sangat berdampak negatif pada kesehatan. Tentu dong para sobat remaja mau sehat terus, kan? 

2. Fokus pada hal positif.

Nih, para sobat remaja, bagaimana cara mengambil keputusan yang bertanggung jawab tanpa terpengaruh dari perilaku teman sebaya? Selain itu, para sobat remaja bisa melalukan kegiatan yang berfokus pada hal positif seperti di bawah ini, ya:

• Harus berkesempatan untuk mendulang sebuah prestasi baik di sekolah maupun di bidang apapun itu.
• Para remaja sobat  harus terlibat dalam olahraga, klub, dan kegiatan lain yang disukainya.

3. Harus menjadi contoh kebiasaan yang baik.

Kebiasaan para sobat remaja enggak bisa lepas dari perilaku orang tua yang sering dilakukan di rumah, kan. 

Hal ini yang membuat para sobat remaja tak jarang meniru perilaku orang tua. Karena para sobat remaja memandang orang tua adalah sebagai figur, kan? 

Jika  orang tua merokok, kemungkinan besar para sobat remaja bisa jadi, berpeluang untuk merokok juga, bukan? 

Sama halnya dengan mengonsumsi alkohol ataupun narkoba. Oleh sebab itu, jangalah pernah mengikuti jejak orang tua kita yang seperti itu, ya para sobat remaja. 

Ambillah positif yang negatifnya dibuang saja.
Pasti itu akan menjadi kebiasaan yang positif.

4. Menerapkan peraturan di rumah.

Tulislah pada kertas dan ditempelkan di dinding, agar enggak menggunakan narkoba, rokok, atau pun minuman beralkohol. 

Sehingga para sobat remaja mengingat aturan yang ditulis di dinding itu untuk diterapkan pada keluarga. 

Agar aturan yang kita terapkan di rumah biar bisa konsisten dan masuk akal ya, para sobat remaja? Entar juga bakalan menjadi kebiasaan berkat tulisan pada kertas itu.

Contohnya gini ya, para sobat remaja Anda harus menjaga agar tetap konsisten setiap anggota keluarga. jika melanggar aturan; apa hukumannya, bagaimana skema pelaksanaanya, dan tujuan hukuman tersebut? 

Selain itu jangan lupa untuk selalu melihat tulisan yang tertempel di dinding itu. Jika aturan itu diterapkan dan selalu diingat insya Allah para sobat remaja bakalan terhindar kok. Ala bisa karena biasa.

5. Keharmonisan keluarga.

Faktor penyebab penyalahgunaan narkoba, alkohol, dan rokok di kalangan remaja. Sering terjadi pada keluarga yang tidak harmonis. 

Maka dari itu, ciptakanlah keluarga yang harmonis dan penuh kasih sayang di rumah. Sehingga hal ini membuat para sobat remaja enggak perlu mencari kebahagian di luar rumah. 

Sudah mendapatkan limpahan kasih sayang dan kebahagiaan dari orang tua dengan suasana yang menyenangkan di rumah.
Semoga tulisan ini bisa bermanfaat ya, para sobat remaja. Aamiin Yra.

“Bukannya Allah tahu remuknya hati, bukannya Allah tahu perihnya diuji ditahu bahwasanya kita mampu menghadapinya.”

“Jika engkau tidak mampu membalas kebaikan saudaramu dengan tanganmu, setidaknya lunakkan lisanmu untuk menyebutnya dalam setiap doa yang kau panjatkan.”

“Penyebab hati menjadi keras adalah banyak berbicara tetapi minimnya berdzikir pada Allah.”

“Cintailah Allah dan kamu akan menemukan cinta yang sesungguhnya.”

“Berhentilah, sudah waktunya untuk kembali, kembali ke jalan yang benar.”