Bab 6. Pohon Apel Aneh
🌻🌳🌲🌻🌳🌲👧🤡🍎🌳🌲👦🐇🌳

Chiki dan Tuan Jorjiu tiba di sebuah tempat. Di tempat itu ada pohon besar. Pohon Apel Ajaib namanya. Pohon itu bisa bicara. Dia juga punya batang yang bisa bergerak seperti tangan.

"Selamat pagi tuan dan gadis kecil," sapa pohon apel.

"Selamat pagi," jawab Tuan Jorjiu. "Kau Pohon Apel Ajaib kan? Kau memiliki obat untuk hidung bengkak? Gadis kecil ini tertusuk bunga kerucut."

"Ya, tuan ... tuan siapa?"

"Aku Jorjiu, dan gadis kecil ini bernama Chiki."

"Ya, aku punya obatnya. Tapi kau harus membayarnya Chiki," kata Pohon Apel Ajaib.

"Tapi  ... aku tak punya uang," jawab Chiki.

Pohon Apel Ajaib tertawa. "Ini Negeri Matematika Chiki, semua transaksi dilakukan dengan tanya jawab matematika."

"Oh begitu, baik, aku mau!" jawab Chiki bersemangat.

"Baik, kumulai soalku," kata Pohon Apel Ajaib. "Aku pohon apel yang sudah tua. Usiaku 5 windu. Berapa tahun usiaku?"

Nah, teman-teman, ada yang bisa menjawab? Kita bantu Chiki, yuk! 

Apa? Ada yang sudah menjawab? Kita cocokkan dengan jawaban Chiki ya ....

Dengan lantang Chiki menjawab,"Pohon Apel Ajaib, 1 windu itu ada 8 tahun. Jika usiamu 5 windu, berarti usiamu 5x8= 40 tahun!"

"Wah, benar sekali!" tukas Pohon Apel Ajaib. "Kalau begitu, petik dan makanlah apel nomor 40!"

Pohon apel itu membungkukkan badan. Tampak apel-apel dengan bermacam angka. Chiki memetik apel angka 40. Gadis berambut panjang itu memakannya. Hmm, apel itu sangat enak. Tiba-tiba hidung bengkak Chiki pun sembuh. Chiki dan Tuan Jorjiu melompat-lompat gembira. 

"Waah, aku senang sekali melihat kalian gembira," kata Pohon Apel Ajaib. "Ngomong-ngomong kalian mau ke mana?" 

"Kami mau ke ujung hutan, Pohon Apel. Kami  mencari Penyihir Blackadut. Dia sudah menculik Putri Syalala," jawab Tuan Jorjiu. 

"Wah, jahat sekali penyihir itu. Tapi dia sudah pindah," sahut Pohon Apel Ajaib. 

"Apa? Sudah pindah? Pindah ke mana?" Tuan Jorjiu dan Chiki terkejut.

"Aku tidak tahu. Kalian tanyakan saja pada Hatutu. Dia burung hantu yang banyak tahu."

Saat itu Chiko dan Bublu tiba. Tuan Jorjiu bercerita bahwa Penyihir Blackadut sudah pindah. 

"Kita tidak boleh menyerah! Kita harus tetap mencari Putri Syalala," tukas Bublu.

"Ya, kita harus menemui Hatutu dulu," cetus Chiko.

Chiki dan Tuan Jorjiu setuju. Mereka tidak boleh menyerah mencari Putri Syalala.

Mereka pun melanjutkan perjalanan. Mereka masuk hutan. Tiba-tiba mereka dihadang harimau besar! 

Apa yang terjadi pada mereka? Kita lanjutkan besok ya ....

*Bersambung*