Pentingnya Membangun Komunikasi pada Anak
Halo smart parent... kali ini kita akan membahas pentingnya membangun komunikasi terbuka guna mendukung pembentukan karakter positif pada anak. Membangun komunikasi terbuka dengan anak merupakan parental bonding yang memang perlu dibangun dan dibiasakan pada anak sejak usia dini. Bonding/parental bonding merupakan kedekatan orangtua (pengasuh utama) dan anak secara emosional yang dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap pengembangan karakter anak hingga remaja (Perry, 2001).

Melalui parental bonding yang baik, anak tumbuh menjadi lebih percaya diri, merasa penuh cinta/disayang, mandiri dan mampu berkompetisi di sekolah (Rice & Dolgin, 2008). Selain itu, anak yang memiliki ikatan emosional yang baik dengan orangtua mereka, cenderung memiliki self esteem yang baik dibandingkan dengan anak yang kurang memiliki ikatan emosional (Audrey Berman, Barbara Kozier, 2010). Self_esteem merupakan penilaian seseorang terhadap dirinya sendiri secara positif (Santrock, 2001). Jadi anak yang mampu menilai dirinya secara positif memiliki kemandirian, keberanian, dan mampu berkompetisi di masyarakat.

Membangun komunikasi terbuka dengan anak yang mencangkup parenting bonding. Merupakan langkah awal orangtua memanfaatkan momen di rumah aja bersama anak. Hal ini bisa dimulai dengan memberikan tanggapan ketika anak berbicara, mendengarkan keluh kesah anak, bermain bersama, mengobrol bertukar fikiran bahkan menjelaskan situasi saat ini dengan cara yang sederhana sehingga anak paham dan tidak khawatir dengan pandemi covid-19.

Psikolog dari Biro Psikologi Metafora Purwokerto Ketty Murtini menegaskan, "bangun komunikasi yang lebar antara orangtua dan anak, dengan adanya jalur komunikasi yang hangat dan terbuka maka orangtua akan mudah mengarahkan anak ke jalur yang benar," ujar Ketty.

Untuk itu, kata dia, orangtua harus menjadi pendengar yang baik dan menjadi sahabat bagi anak-anak.

"Orangtua harus menjadi tempat bertanya dan berkeluh kesah yang nyaman bagi anak-anak mereka, sehingga anak tidak canggung untuk bercerita soal apapun," katanya.

Dia mengatakan hal tersebut merupakan hal sederhana yang terkadang sering dilupakan oleh orangtua.

"Termasuk ketika orangtua sedang sibuk dan anak ingin bercerita jangan ditolak dengan dalih sedang sibuk karena dikhawatirkan anak malah merasa ditolak dan lama kelamaan menjadi enggan untuk bercerita kepada orangtuanya," katanya.

Dia menambahkan apabila orangtua memang memiliki tingkat kesibukan yang cukup tinggi maka perlu ada strategi khusus untuk tetap menjaga komunikasi dengan anak-anak mereka.

"Kalau memang orangtua sibuk maka bisa saja mengatur sesi khusus atau agenda khusus untuk sekedar ngobrol dengan anak, tidak perlu setiap hari karena bisa dilakukan saat ada waktu luang dan santai dengan anak, namun dibuat secara rutin dan berkesinambungan," katanya.