no_image
Sinopsis

"Kenapa kalian, diam? Mana uang Ibu yang katanya dipinjam untuk pengobatan Maryam?" cecarnya lagi. "Uangnya nggak cukup untuk biaya operasi, Bu. Jadi terpaksa kami tunda." Mas Zaid yang akhirnya menjawab. "Terus mana sekarang? Oh, sudah habis juga?" ujarnya setengah mencibir. Perempuan yang menjadi salah satu dari orang-orang yang sering kudoakan belakangan ini, matanya tampak berkilat marah. Mungkin bagi beliau, kami adalah sepasang terdakwa yang benar-benar harus dipidanakan. Tak ada lagi alasan. "Uangnya kami pakai untuk melunasi hutang, Bu. Mas Zaid kemarin kan menganggur cukup lama," paparku mencoba memberanikan diri. "Waaah, cerdas, ya kalian! Orang tua kerja hingga babak belur di negeri orang. Eh, kalian yang muda-muda malah ongkang-ongkang kaki di sini." "Bukan begitu, Bu. Hanya sa ...." "Cukup! Kalian Ibu beri waktu seminggu. Setelah itu kalian harus keluar dari rumah ini dan hidup yang jauh. Terserah mau ke mana." Kata-kata Ibu bisa dibilang lebih mirip sebuah ledakan bagi telingaku saat itu. Aku merasa badai besar mulai menerpa kehidupanku bersama Mas Zaid. Ya, badai yang sesungguhnya dari sebuah pernikahan mendadak kami. Pernikahan yang begitu banyak dihujat, dikutuk, dan digoreng habis-habisan oleh banyak mulut.

Tags
sandiwara halu keramat sendu senja belenggu bergelora

  • Tanggal diterbitkan
  • 11 Oktober 2021
  • Kategori
  • Non Fiksi Kreatif
  • Status
  • Belum Selesai