no_image
Sinopsis

    Nawa malentingkan tubuhnya ke belakang untuk menghindari sapuan pedang Taruna yang mengarah ke lehernya. Begitu pedang itu lewat, dia langsung berjongkok dan bersiap menyapu kaki pemuda itu. Sayangnya Taruna sudah hafal dengan jurus andalan Nawa. Dia melompat ringan untuk menghindari serangan tunggal banyunya itu. Melihat senyum Taruna, Nawa menjadi semakin kesal. Dia mulai fokus pada pertarungan. Kemana pun Taruna menghindar dia akan memburunya. Hingga suatu kesempatan, ia berhasil mengunci gerakan anak muda itu. Nawa menahannya di sebatang pohon. Pedangnya melintang di depan leher pemuda itu. “Ayo!! Bunuh aku! Bukankah itu tujuanmu?!” bentak Taruna sedikit tak terkendali. “Bukan itu tujuanku!! Aku ingin kita pulang, TAR!!” sahut Nawa tegas. “Bunuh aku lebih dulu!! Baru kita pulang!!”     Air mata Nawa menetes perlahan. Ia setengah tidak percaya kalau Taruna benar-benar telah memihak orang tua tak berakal itu. “Kemarin kau bertanya padaku, ‘Apa kau rela aku pergi untuk selamanya?’ Kau tahu apa jawabanku, Taar??! Aku tidak ingin!! Kau dengar?? AKU TIDAK MENGINGINKANNYA!!”     “Aku tahu kau mendengarku!! Mengapa kau diam saja??!! Jawab, Taarrr!!!” pekik Nawa di sela-sela tangisnya.     Nawa menyibak rambutnya. Didekatkan telinganya tepat di depan mulut Taruna, agar ia tahu apa yang dikatakan anak itu. “Kaukah itu, Dinda?” tanyanya lemah. “Ya, itu aku,” jawab Nawa lirih. “Aku haus, Dinda,” katanya pelan sekali. Nawa tidak bisa berbuat apa-apa. Taruna tidak diperbolehkan minum selama keadaannya belum memungkinkannya menelan air. ‘Kasihan, dia,’ batinnya. Air matanya mulai menetes satu-satu. “Sakit sekali, Dinda,” lanjutnya. “Tenanglah, Ayah akan mengobatimu,” hibur Nawa parau. “Ayahmu?” tanyanya. “Bukan. Ayah kita,” jawab  

Tags
Aksi remaja misterius

  • Tanggal diterbitkan
  • 17 Februari 2021
  • Kategori
  • Novel Misteri
  • Status
  • Selesai