no_image
Sinopsis

“Kutunggu jandamu, Sayang! Aku tidak akan membuka hati kepada lainnya, hatiku kuberikan utuh kepadamu!” Aku duduk termenung di tanah lapang ini. Tanah yang selalu penuh pengunjung di kala malam hari. Tanah yang berada di belakang keraton Mangkunegaran yang setiap weekend menampilkan artis dengan segala kemampuannya secara gratis. Tempat yang selama ini selalu menjadi tujuan kita untuk bertemu secara diam-diam karena orang tuamu tidak merestui hubungan kita. Aku tertawa mengingat kebodohanku kala itu, dengan gampang mengucapkan kalimat yang menjadi bumerang bagi diriku. Kalimat yang terucapkan sebelum Dahlia menghilang dan berbahagia dengan pilihan orang tuanya. Wajah cantik gadis itu tidak pernah hilang dari ingatanku. Sepuluh tahun telah berlalu dan statusku belum berubah. Masih setia menunggumu dengan segala rasa yang menemani perjalanan hidupku. Aku merasakan sakit yang sungguh indah kala itu. Sayatan-sayatan luka membuat otakku membeku. Tidak ada yang lebih indah dari dirimu Dahlia. Lelehan air matamu selalu membuatku bertahan untuk setia menunggumu. Dan aku yakin takdir akan berpihak padaku. Entah sampai kapan aku harus bertahan.

Tags
kesabaran penantian cinta bergelora sandiwara halu senja keramat sendu belenggu

  • Tanggal diterbitkan
  • 27 Juni 2022
  • Kategori
  • Kumpulan Tulisan Receh
  • Status
  • Belum Selesai