no_image
Sinopsis

"Dasar perawan tua!” “Makanya jangan pilah-pilih! Pasti kamu maunya punya suami sarjana, hafal Quran, ketua Senat, ngaca lah!” “Makanya jangan kebanyakan nonton drama Korea, maunya sama yang kaya oppa-oppa kali yang ganteng, romantic, menunggu cintanya ribuan tahun! Nggak bakalan ada yang kaya gitu! Itu Cuma halu!” Ungkapan-ungkapan seperti ini sering aku dengarkan, terutama ketika moment silaturahmi seperti Lebaran, sehingga aku jadi seperti membenci atau silaturahmi. Ya Allah bahkan ada yang menjaudge-ku “Memutuskan SIlaturahmi itu dosa bear lho!” “Tidak! SUngguh! Tidak ada niat memutuskan silaturahmi, aku hanya menjaga hati supaya jangan terkotori sehingga jadi orang yang tidak bersyukur sehingga menangis terus dan mengeluh terus kepada Allah, “Mengapa aku belum dapat Jodoh Ya Allah! Why Me?” Allah bisa saja menjawab “Why Not?” bukan?” Bahkan ada yang berkata, “Jangan kelamaan lah nunda-nunda nikah rata-rata yang nikahnya kelamaan itu ternyata berbuat maksiat lho!” Astaghfirulllahal Adziim, Na’udzubillah min dzalik! Tidak! AKu tidak menunda-nunda nikah. AKu sudah bolak-balik memberikan CV untuk ta’aruf ke[pada Guru Ngajiku, tapi memang belum ada yang nyangkut. Kriteria IKhwan-ikhwan itu biasanya langsing, usia 20 sampai 23, aktivis dakwah atau aktivis Senat Mahasiswa. Apalah dayaku yang sudah berusia kepala 3, gemuk, bukan aktivis pula karena aku adalah prajurit tak bernama tak pernah diamanahi jabatan-jabatan seperti itu. AKu hanyalah Guru TPA abal-abal yang membuka secara gratis di rumahku. Pernah sekali ada yang mau ta’aruf denganku untuk dijadikan istri kedua. Tentu saja aku menolak! Aku tidak mau dicap pelakor! Pernah juga ada yang bilang, “Kamu istighfarlah bertobatlah, mungkin kamu kebanyakn dosa!” Sudah! Itu adalah hal yang sudah aku lakukan, di seperti ga malam terakhir aku tersungkur, bersimbah air mata, memohon ampun danmeminta jodoh kepada Allah. Pun begitu aku lakukan setiap habis Sholat Dhuha 12 rakaat yang rutin aku lakukan! “Mungkin Mbak kurang sedekah!” Ya Allah! Apakah sedekah ilmuku mengajarkan membaca AL Quran tidak dianggap sedekah? AKu bingung, aku harus bagaimana lagi. NEXT?

Tags

  • Tanggal diterbitkan
  • 4 Juni 2021
  • Kategori
  • Diary (Catatan Harian)
  • Status
  • Belum Selesai