no_image
Sinopsis

Lima tahun pertama pernikahan, tantangan berumah tangga tak terlalu terasa. Masa adaptasi, saling mengenal karakter asli masing masing, dan bekerjasama mengatasi anak yang kadang tantrum. Bukan masalah berarti. Sepuluh tahun pernikahan,si kecil sudah berusia sembilan tahun. Sudah bisa mengendalikan emosi. Sudah tak pernah lagi tantrum. Hidup berkeluarga mestinya lebih bahagia. Tapi nyatanya, TANTRUM ANAK PINDAH KE SUAMI. “Kita cerai aja Lex.” Sandra yakin itu solusi terbaik setelah berkonsultasi dengan Psikiater dan mendapat hasil bahwa kemungkinan suaminya mengalami tantrum. You know lah tantrumnya suami karena apa. “Kamu gampang banget ngomong cerai.” Alex nggak terima. Ia meninju dinding disebelah istrinya menyandar. “Kamu lebih gampang lagi ngencanin pecun. Dua ronde tanpa konde. Maksudnya apa?” Sandra baru mengerti artinya pas baca thread nightlife forum jamban. Ternyata konde tuh kond*m. Dan itu pesan ada di WA suaminya. Gembel banget kan? bini di rumah dianggurin tapi pecun diladenin. “Aku nggak mau cerai.” “Aku tetep maksa. Aku ga mau kena HIV dari kamu.” “Kalau kita cerai masa depan Brian yang di korbanin.” Alex menjadikan anak mereka senjata untuk membuat sandra memikirkan lagi keputusannya. Sandra melongo. Sedetik kemudian Ia mendengus tawa Ia pikir tantrum suaminya sudah parah. Tantrumnya manipulatif yang menguntungkan sepihak dan merugikan dirinya “Cari alasan yang lebih masuk akal dong Lex. Masa depan Brian sudah karam ketika figur ayah yang dia banggakan mengkhianati Ibunya.” ***Jaminan karya tamat & tidak PHP pembaca dengan menggantung bab berbulan bulan ***Memastikan bahwa koin emas yang anda keluarkan tidak akan tersia sia dengan karya tak selesai atau bab yang lama updates (bisa cek di tiap karya saya) ***Tidak membebani pembaca dengan bab terkunci yang jumlahnya ratusan

Tags
tantrum belenggu senja keramat sendu bergelora halu sandiwara

  • Tanggal diterbitkan
  • 14 Desember 2021
  • Kategori
  • Psikotes
  • Status
  • Selesai