no_image
Sinopsis

Teman-temanku tak percaya akan apa yang telah didengarnya barusan. Menjadi anak yang tak pernah diakui, aku harus menyiapkan mental baja jika kelak ibu menyatakan rasa pilih kasihnya didepan teman-temanku. Dan malam ini, hal yang selalu aku takutkan terjadi. Ibu selalu menyanjung kakakku dan menjelek-jelekkan diriku, seolah aku adalah anak pungut. "Ainun itu anakku yang paling cantik, pinter, beda dengan Nunik yang jelek dan pesek. Besok Ainun akan dipersunting laki-laki kaya raya dan hidup bahagia selamanya" Ucapan Ibu tidaklah seberapa dibanding dengan kebiasaannya yang menyebut diriku anak pembawa sial, membuat orangtua miskin dan penghambat rejeki kedua orangtuaku. Andai saja aku boleh memilih, aku ingin mati saja sewaktu dilahirkan dulu. Sayangnya, Allah mengutus malaikatNya untuk meniupkan ruh yang sempat terlambat setelah aku dilahirkan. Tiga jam dalam keadaan tak bernyawa, bayi pucat pasi itu akhirnya memberikan tanda-tanda siap menjalani kejamnya kehidupan sebagai anak yang tidak pernah diharapkan. "Terimakasih telah berkenan mengikuti" Gunakanlah waktu dan uangmu sebaik mungkin.

Tags
#satuan_buntu #cerita_mistis #tentang_aborsi #perjalanan_hidup #mimpi_anak_yang_tidak_diharapkan #depresi #perdukunan #dialog_bahasa_jawa #keluarga_toxic

  • Tanggal diterbitkan
  • 20 Juli 2021
  • Kategori
  • Cerita Rakyat
  • Status
  • Belum Selesai