no_image
Sinopsis

Cinta tak pernah berpikir soal logika juga tidak mempermasalahkan tentang strata sosial. Ketika ia datang, akan menembus relung jiwa hingga melumpuhkan pancaindera. Begitu juga yang dialami oleh seorang Gowok bernama Nok Tari atau kerap dipanggil Mbak Nok. Meski ia paham jika dalam pekerjaannya itu ia dilarang jatuh hati pada muridnya, namun ketampanan dan kesopanan seorang laki-laki yang sedang nyantrik kepadanya, Den Manyar, telah meluluhkan hatinya. Meski sang anak lurah itu beberapa tahun lebih muda darinya. Diam-diam Den Manyar pun juga manaruh hati pada sang gowok. Sayang, kisah cinta mereka tidak direstui oleh keluarga Den Manyar. Akhirnya mereka berdua meninggalkan Purworejo dan memutuskan menikah tanpa restu dari keluarga mempelai laki-laki. Mereka merantau ke daerah Minggir, Sleman. Sebagai seorang yang yatim piatu, Mbak Nok sudah terbiasa hidup mandiri dan sederhana. Perempuan itu juga sudah meninggalkan pekerjaannya sebagai gowok. Di tempat yang baru itu, Den Manyar bekerja di sebuah perkebunan tebu milik Londho, sedangkan Mbak Nok ikut ani-ani, tandur dan derep di sawah milik para tetangga sekitar. Suatu ketika, sang suami jatuh sakit, tak mampu lagi membayar utang pada Thomas, seorang mandor berkebangsaan Belanda di perkebunan tebu. Untuk melunasi utang mereka, Mbak Nok terpaksa menjadi gundiknya, bahkan Mbak Nok sering disuruh melayani para tamu dan rekan kerja Thomas. Bersama Den Manyar, Mbak Nok tinggal satu atap bersama Thomas, dirumahnya. Tak kuat melihat istrinya seperti itu, Den Manyar pun meninggal dunia. Kesengsaran kian menjadi dirasakan Mbak Nok, pekerjaan nista itu kini menjadi kegiatan sehari-harinya. Thomas terus saja menyiksa batin Mbak Nok tanpa henti. Mbak Nok melarikan diri ke daerah Kaliangkrik, Magelang. Ia mencoba menata hidupnya kembali, disini ia menjadi seorang tukang jamu gendong keliling. Cinta pun kembali mengahmpirinya, ia jatuh hati kepada seorang Tentara Divisi Siliwangi yang sedang berada di Magelang. Kondisi saat itu, karena Agresi Militer Belanda 2, Divisi Siliwangi harus kembali lagi ke Jawa Barat dengan berjalan kaki dari Magelang. Namun saat berada di Kaliangkrik, dua pesawat capung Belanda memborgadir tempat itu. Beruntung, dari Divisi Siliwangi berhasil menembak pesawat Belanda hingga jatuh. Kota Magelang menjadi Lautan Api. Warga sipil banyak yang kocar-kacir menyelamatkan diri,tak terkecuali Mbak Nok. Setelah itu ia tak pernah lagi bertemu dengan Bahri, sang tentara tambatan hati. Entah ia masih hidup atau telah tiada dalam tragedi itu. Mbak Nok mencari ketenangan diri, ia memutuskan untuk menimba ilmu di sebuah pondok pesantren di pelosok Kaliangkrik. Ia ingin menyucikan dirinya yang sudah hina dan dipenuhi oleh dosa. Takdir baik mendekatinya, ia dilamar oleh Gus Sujak, anak pemilik pondok pesantren dengan penuh cinta. Meski Mbak Nok tak lagi muda, meski Mbak Nok sudah menjadi janda,namun Gus Sujak yang masih muda dan tampan itu menerima Mbak Nok dengan keyakinan. Perjalanan hijrah cinta sang mantan gowok itu tak hanya untuk menemukan cintanya yang baru, namun ia lebih agamis. Omah Loji telah mengajarkan banyak pelajaran hidup untuk sang mantan gowok, yang juga dipaksa menjadi wanita hina. Berkat Gus Sujak, ia tak hanya bisa hijrah dalam cinta, namun ia telah menjadi sosok yang lebih baik dan dimuliakan. Mbak Nok menjadi wanita terhormat dan terpandang. Dia juga menemukan Tuhan dalam hijrah cinta ini.

Tags
Kbm Writing Contest 2 Hijrah Cinta Sejarah Perjuangan Wanita Tangguh Kasta Asmara Tradisi Budaya Adat Belanda Magelang Lautan Api roman religi belenggu bergelora sandiwara senja keramat sendu

  • Tanggal diterbitkan
  • 28 Maret 2022
  • Kategori
  • KWC Season 2
  • Status
  • Belum Selesai