no_image
Sinopsis

Dokter IGD langsung memberikan pertolongan Heimlich, meletakkan Asen di lengan Dokter sehingga kepala lebih rendah dari pada badannya. Kemudian, menyangga kepala Asen dengan telapak tangan. Dalam metode ini, tangan dokter tak menghalangi atau menutup mulut bayi. Setelah itu, Dokter memberikan lima tepukan pada punggung Asen. Hingga sedikit cairan putih keluar dari mulut Asen, setelah direbahkan kembali dan membantu pernapasan dengan oksigen, memeriksa keseluruhan kondisi Asen yang kini tampak melemah. “Otak kekurangan oksigen, akibat tersedak. Kita akan melakukan pemeriksaan keseluruhan,” terang Dokter, lutut Tiana rasanya sangat lemas. Herdi diam mematung, kesalahan sepele untuknya tetapi berefek luar biasa. “Baru saja bahagia dengan perkembangan anakku, ia bisa meminum susu, tersenyum dan memiringkan tubuh.” “Tetapi kamu menghancurkan usaha dan kebahagiaanku dalam sekejap, bagimu Asen tak berarti Herdi. Tetapi bagiku, Asen hadiah luar biasa yang Tuhan berikan, Asen adalah goresan cinta dan luka yang kamu berikan untukku,” ujar Tiana dengan suara lemah. Tak ada sahutan ucapan dari mulut Herdi, entah kenapa rasa bersalah tiba-tiba menyelimuti hatinya, tetapi dengan cepat ia menepis itu semua. Tubuh Herdi didorong dari belakang, tampak wajah marah Ryandru dan tatapan benci Eva. “Ayah jahat! Pergi, pergi!” teriak Eva menarik lengan kokoh ayahnya sekuat tenaga dengan tangisan yang pecah, “Asen! Maafin Kakak!” pecah sudah tangisan Eva dan Tiana di lorong rumah sakit. === Jangan lupa follow akun author ....

Tags
cinta sejati down syndrome mendua intrik sandiwara halu senja keramat sendu sandiwara halu senja bergelora keramat belenggu sendu

  • Tanggal diterbitkan
  • 17 November 2021
  • Kategori
  • Petualangan
  • Status
  • Selesai