no_image
Sinopsis

"Kau lebih membelanya dari pada mendengar penjelasanku lebih dulu. Jadi lebih baik aku mundur, Mas! Aku sudah tak sanggup lagi. Sekian lama aku bertahan, tapi nyatanya hanya luka yang kudapatkan." "Tunggu, Nadhifa ... Aku belum selesai bicara!" Nadhifa menundukkan wajah, menyeret kopernya dan pergi meninggalkan rumah yang selama ini penuh dengan kenangan. Hari ini ia bertekad, melepaskan luka yang sudah lama ia genggam. Walau terasa sulit, ada rasa sakit dan cinta yang makin menghimpit. Ia sudah tak kuat lagi bertahan seatap dengan madunya. Madu yang dipilihkan sang ibu mertua untuk anak lelakinya. Merasa dibedakan ... Merasa tak dibutuhkan lagi ... Dan akhirnya memilih pergi. *** Saat kau masih di sini, aku tak menyadarinya. Kini setelah kau tak ada, ada rasa rindu yang begitu menyesakkan dada. Ada tempat kosong di hatiku, dimana biasanya kamu berada. Aku merindukanmu, Nadhifa. Kulihat bayangmu dengan sejuta rindu. Namun embun di matamu makin membuatku pilu. Semua salahku, dan hanya salahku. Kini semuanya telah sirna, hanya berganti penyesalan yang ada. Aku terlambat menyadarinya. Ada sesal yang menyeruak, ada rindu yang tak pernah usai, hanya menyisakan nyeri yang begitu dalam dan perih. ~Bagas Gautama

Tags
kbm kontest keramat

  • Tanggal diterbitkan
  • 28 Januari 2022
  • Kategori
  • KBM Writing Contest
  • Status
  • Belum Selesai