no_image
Sinopsis

"Gugurkan anak itu, Mel! Kita'kan sudah sepakat tidak akan punya anak selamanya!" Aku terdiam melihat reaksi mas Arga saat mengetahui kehamilan ini. Aku diam bukan berarti setuju atas perintah tersebut. Justru itu adalah sebentuk pengingkarran dari hati terdalam "Apa kamu berubah pikiran, Mel? Kamu mau melanggar kesepakatan kita tentang anak? Kamu ingin punya anak sekarang? Mel, jangan bodoh. Anak itu hanya akan jadi beban untuk hidup kita. Baik aku atau kamu takkan bisa bebas menikmati kehidupan!" tambah suamiku Aku mengelus perut yang di dalamnya kini telah bersemi benih mas Arga. Elusan itu hanya sesaat sebab tak ingin mas Arga makin sebal. Sikap tersebut bisa menunjukkan aku menyayangi bayi ini. Sementara mas Arga jelas-jelas membencinya. "Izinkan aku melahirkannya. Aku akan merawatnya tanpa melibatkanmu. Kau juga tak harus memberi biaya hidup pada anak ini. Gaji dan tabunganku cukup untuknya."

Tags
religi percintaan romantis rumah tangga

  • Tanggal diterbitkan
  • 14 April 2021
  • Kategori
  • Spesial Ramadhan
  • Status
  • Belum Selesai